Investasi Crypto? Pelajari dulu Sebelum Memulai

Panduan Investasi Uang Crypto



Crypto atau dikenal dengan cryptocurrency merupakan mata uang digital yang sedang menarik perhatian masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia. Naiknya permintaan dari aset yang ada pada crypto juga meningkatkan animo masyarakat untuk memiliki mata uang digital tersebut.

Sebelum memilih untuk melakukan investasi memakai uang Crypto, alangkah baiknya kalau Anda ketahui lebih dulu beberapa tutorial investasinya.

Berikut panduan dalam berinvestasi crypto yang dapat anda pahami, antara lain

Panduan Dalam Investasi Crypto

1. Pahami Risiko

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah risiko yang akan didapat. Berinvestasi dalam uang kripto berisiko tinggi, artinya risikonya sangat besar. Saat harganya naik bisa sangat terbang tapi saat harga turun juga bisa sangat anjlog.

2. Pahami Jenis dan Karakteristik Kripto

Ada banyak jenis uang kripto, mulai dari Bitcoin, Etherium, Tether, XRP, hingga Dogecoin. Semua jenis ini memiliki karakteristiknya masing-masing, dan Anda harus mengetahuinya sebelum membeli cryptocurrency.

3. Cek Legalitas Pedagang Kripto

Sekarang Bappebti atau Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi telah mencatat setidaknya ada 13 perusahaan yang terdaftar sebagai pedagang aset kripto. Anda harus memastikan untuk membeli uang kripto hanya dari perusahaan yang telah terdaftar di Bappebti karena berarti perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan dan kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

4. Cek Keamanannya

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa kripto memiliki risiko yang rawan kejahatan di internet. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui langkah atau strategi yang harus dilakukan untuk menjaga keamanan uang kripto Anda.

Panduan Membeli Crypto

Sesudah ketahui beragam hal yang perlu diperhatikan sebelum mempunyai uang kripto. Barulah Anda mulai bisa membuat account dan beli uang kripto.

Berikut beberapa caranya:

  1. Buka akun dengan perusahaan penjualan aset kripto berlisensi.
  2. Langkah selanjutnya, perusahaan yang Anda pilih akan melakukan verifikasi KYC atau Know Your Customer. Dan melalui tahapan lain seperti mengunggah dokumen identitas yang diperlukan.
  3. Anda akan melewati tahap Customer Due Diligence atau CDD, yaitu tahap ketika penyedia layanan, dalam hal ini perusahaan yang Anda pilih, menelusuri berbagai transaksi keuangan yang telah Anda lakukan.
  4. Jika Anda lulus, Anda akan langsung disetujui sebagai pelanggan atau investor di perusahaan tersebut dan akan mendapatkan akun untuk jual beli cryptocurrency.
  5. Saat memulai transaksi, Anda dapat memulai dengan menyetorkan data ke akun terpisah dengan perusahaan aset fisik kripto. Sebanyak 70% disimpan oleh clearing house dan 30% di perusahaan fisik aset kripto.
  6. Semua transaksi jual beli harus dilakukan dengan menggunakan mata uang rupiah.
  7. Aset Kripto yang sudah dimiliki akan disimpan oleh perusahaan komoditas Aset Kripto di tempat penyimpanan dan bersifat hot wallet atau yang terkoneksi dengan internet dan cold wall yang tidak terkoneksi dengan internet.
  8. Mekanisme transaksi yang digunakan, lembaga kliring akan memverifikasi pengelola yang menyimpan uang tersebut.
  9. Perusahaan Crypto, lembaga kliring, dan manajer penyimpanan akan secara teratur melaporkan transaksi ke Bappebti dan bursa berjangka.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih, termasuk mata uang digital Crypto, akan memberikan dampak besar bagi kehidupan. Tidak ada salahnya anda mencoba berinvestasi dengan mata uang digital tersebut, namun imbangi dengan pengetahuan yang cukup sebelum memulainya.

LihatTutupKomentar